Friday, June 9, 2017

Mau Bikin Musholla, Minta Dishalati Rasulullah saw Lebih Dulu

Mau Bikin Musholla,
Minta Dishalati Rasulullah saw Lebih Dulu

Itban bin Malik, salah seorang sahabat senior
Alumni Mak Tabah, eh bukan, Alumni Perang Badar
Bila hujan turun, danau yang memisahkan kampungnya dengan masjid Nabawi meluap airnya. Sehingga sulit dilewati.

Nah, sebagai imam shalat di kampungnya
Itban berniat membangun musholla di kampung
Sebagai alternatif kalau hujan turun
Di samping itu, beliau sendiri juga matanya buta

Menghadaplah Itban pada Baginda Nabi
Sowan mau bikin musholla
Tapi gak sambil bawa proposal pembangunan kayak Musholla Nurus Siroj
Hihihihi ... Colek Pak Achmad Zamrony

"Kanjeng Nabi, kulo badhe ndamel musholla ten griyo kulo. Menawi Panjenengan kerso shalat riyen di TKP?" pinta Itban.
"Oke. Insya Allah akan kulakukan." ujar Baginda Nabi saw.

Siangnya, Rasulullah berangkat ditemani Abu Bakar
Tiba di lokasi, Itban menyambut dengan semringah

"Wahai Itban, dimana letak (musholla) yang kau pinta aku shalat?"
"Sudut rumah saya sebelah sini, Kanjeng Nabi."
Rasulullah saw lalu shalat dua rakaat

Naaaaah....
Di tempat itulah didirikan musholla bagi warga kampungnya Itban bin Malik.

عنَّ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ - وَهُوَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا مِنَ الْأَنْصَارِ - أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَدْ أَنْكَرْتُ بَصَرِي، وَأَنَا أُصَلِّي لِقَوْمِي، فَإِذَا كَانَتِ الْأَمْطَارُ سَالَ الْوَادِي الَّذِي بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ، لَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ آتِيَ مَسْجِدَهُمْ فَأُصَلِّيَ بِهِمْ، وَوَدِدْتُ - يَا رَسُولَ اللَّهِ - أَنَّكَ تَأْتِينِي فَتُصَلِّيَ فِي بَيْتِي فَأَتَّخِذَهُ مُصَلًّى. قَالَ : فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " سَأَفْعَلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ". قَالَ عِتْبَانُ : فَغَدَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ حِينَ ارْتَفَعَ النَّهَارُ، فَاسْتَأْذَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَذِنْتُ لَهُ، فَلَمْ يَجْلِسْ حَتَّى دَخَلَ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : " أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ مِنْ بَيْتِكَ ؟ " قَالَ : فَأَشَرْتُ لَهُ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنَ الْبَيْتِ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ، فَقُمْنَا فَصَفَّنَا، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ.

👆👆👆👆👆👆👆
صحيح البخاري | كِتَابٌ : الصَّلَاةُ  | بَابُ الْمَسَاجِدِ فِي الْبُيُوتِ.


No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com