Tuesday, April 15, 2008

"Kecerdikan" Adek Saya

ada satu hal yang sampai hari ini membuat saya tersenyum terkait dimuatnya cerpen adek saya di majalah Ummi bulan April 2008 ini. kalau tidak salah, itulah cerpen pertama dan tulisan kedua yang dimuat di media, setelah beberapa bulan lalu liputannya dimuat di Harian Media Indonesia.

apakah satu hal itu?
Anda semua tentu tahu betapa berat persaingan cerpen untuk masuk dan dimuat di majalah sekelas Ummi atau Annida. mungkin minimal 10 cerpen yang masuk setiap hari (jumlah pastinya berapa ya, mbak-mbak redaksi?).

sadar bahwa dia harus bersabar lebih lama agar tulisannya dimuat, adek saya mencari strategi lain agar dimuat. dia membidik sisipan PERMATA di Ummi yang disediakan khusus buat anak-anak. tentu saja dibanding persaingan cerpen 'biasa', persaingan di sini bisa dikatakan sangat ringan. bahkan bisa dikatakan orang-orang besar (sebagai pasar utama majalah Ummi) tidak pernah melirik sisipan ini.karena itu, untuk masuk dan dimuat di sini pun menjadi agak mudah.

itulah yang dilakukan adek saya. dia tak perlu berat-berat menulis cerpen dan menciptakan konflik yang mendebarkan agar dapat 'menembus' Ummi, tapi dia cukup menulis cerpen yang ringan sesuai dengan dunia anak-anak. asalkan tulisan mudah dipahami dan memberi pengetahuan/informasi yang baik bagi anak-anak, insya Allah akan masuk di sisipan Permata.

Strategi yang adek saya pakai seperti ini bisa memunculkan dua kemungkinan; baik dan kurang baik. baiknya, dengan dimuatnya tulisan itu ia akan semakin percaya diri dan semangat menulis yang lebih banyak. selain juga mengalirkan honor yang tentu lumayan bagi anak kuliahan seperti dia. sisi yang kurang baik, apabila ia sudah merasa puas dan bangga dengan 'prestasi'tersebut. merasa tulisannya sudah bisa menembus Ummi, lantas dia bangga dan terus-terusan bercerita tentang karyanya yang cuma satu itu. akibatnya ia akan terlena dan tidak menulis lagi dan merasa bangga serta besar hati kalau tulisannya sudah bagus.

saya jadi teringat dengan kisah sang Jago Cerpen, Joni Ariadinata. sebelum terkenal dan jagi seperti sekarang, ada proses panjang dan berat yang harus ditempuhnya. awalnya, dia bertekad cerpennya harus masuk pada salah satu media yang dianggapnya paling 'layak' dan menjadi ukuran bahwa sebuah cerpen itu bagus. selama 2 tahun (ingat 2 tahun lamanya) dia menulis minimal 2 cerpen setiap hari dan mengirimkannya ke media yang dianggapnya berbobot. dan, selama 2 tahun itu, tidak ada satu pun cerpennya yang dimuat!!! bayangkan!!! 2 taon Men...! hanya orang-orang yang sungguh-sungguh berniat-lah yang akan kuat bertahan seperti itu.

hasilnya?
ya, Anda tahu sendiri khan sekarang?
yang suka baca Annida tentu tidak asing dengan dia.
yang baca Horison juga sudah akrab dengan dia.
yang selalu mengikuti rubrik cerpen di Kompas juga pasti kenal.

selamar deh....
sukses selalu.
besok minggu aku kirim sebuah komputer biar kamu makin produktif menulis...! Oke?!
:-)

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com