Monday, April 18, 2011

Amble Footware; Sepatu Kulit Keren Asli Indonesia


Selama ada kemauan, jalan untuk mencapai kesuksesan pasti terpampang. Kemauan itu pula yang membawa Agit Bambang S berada di toko Arcane, Bandung. Ya, berawal dari bisnis kecil-kecilan, Agit kini memiliki sebuah produk sepatu. Amble, demikian merek sepatu yang diproduksi dan dijual Agit. Di kalangan remaja Bandung, Amble adalah merek yang menjadi incaran dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Agit memulai bisnis di rumahnya sendiri dengan mamanfaatkan media online untuk promosi. Diawali hobi mengoleksi sepatu, Agit akhirnya berkeinginan untuk membuat sepatu sendiri. Semula, Agit hanya memroduksi sebanyak 13 sepatu. Namun setelah dipromosikan ke media online, sepatu-sepatu tersebut habis terjual hanya dalam tiga hari. Animo konsumen yang tinggi, membuat Agit mengembangkan usahanya hingga akhirnya berkonsinyasi di toko Arcane.

Menurut Agit, sepatu Amble diproduksi secara tradisional dengan 90 persen pengerjaannya menggunakan tangan. Proses pengerjaan pun memakan waktu yang lama. Dalam sehari, Agit hanya memproduksi antara 6 sampai 7 sepatu, atau sekitar 200 sepatu per bulan. Meski demikian, kualitasnya tidak kalah dengan sepatu impor, atau sepatu yang diproduksi di pabrik


Amble Footware
Alamat : Jalan Cikutra Nomor 30, Bandung
Email : agitbambang@amblefootwear.com
Phone : 0856 203 9195 (Agit)

2 comments:

ollin thia said...

kalau mau pesan gimana ya caranya ?

Khaled said...

langsung aja hubungi kontak yang ada di bawah posting, mbak....

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com