Wednesday, July 11, 2012

Terbuka Peluang Rebut Beasiswa Bidik Misi di UI

DEPOK, KOMPAS.com — Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar R Somantri mengatakan, program beasiswa Bidik Misi di kampusnya bukan hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang cemerlang secara akademik. Cakupannya diperluas, yakni mahasiswa dari keluarga ekonomi kurang mampu yang memiliki kemauan dan mampu mengikuti proses perkuliahan.


"Beasiswa Bidik Misi kami terbuka untuk semuanya. Tidak harus brilian, yang penting masuk dalam kategori miskin dan memiliki kemampuan untuk mengikuti perkuliahan," kata Gumilar, Sabtu (7/7/2012) di UI Depok, Jawa Barat.

Ia mengatakan, perluasan penyaringan penerima beasiswa Bidik Misi dilakukan karena UI ingin membuka akses yang luas bagi semua pelajar di Indonesia. Mengenai jumlahnya, kata Gumilar, ada 600 kursi yang disediakan untuk para penerima beasiswa Bidik Misi tahun ini. Kuota tersebut terpenuhi dari calon mahasiswa, baik yang mengajukan melalui jalur undangan maupun ujian tulis dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

"Jumlah penerima Bidik Misi tahun ini sekitar 600 orang dari seluruh jumlah mahasiswa yang kami terima. Kami ingin membuka kesempatan yang luas, dan tetap terbuka," ujarnya.

Seperti diberitakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat, dari 48.032 pendaftar beasiswa, sedikitnya ada 13.430 siswa yang lolos SNMPTN melalui fasilitas program beasiswa Bidik Misi. Para peserta penerima beasiswa itu selanjutnya harus memverifikasi data di tiap-tiap perguruan tinggi negeri (PTN) yang menerimanya.

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com