Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Friday, January 5, 2024

Kekayaan Negeri Ini yang Tidak Kita Ketahui


• Potensi Kekayaan Indonesia yang Beliau Ketahui • 

Saya menyimak lengkap dialog salah satu capres dengan PP Muhammadiyah. Ada statement beliau sang capres Pemilu 2024, di bagian akhir statementnya.

Setelah bicara tentang SDA Indonesia macam nikel, gas, dll. 

Beliau bicara:

"Saya mengerti potensi kekayaan negara Indonesia ke depan. Kalau nggak potensial, ngapain saya nyapres?"

Dugggg...!!!

Saya terhenyak dengan pernyataan tersebut.

Apa maksudnya?

Apa ada maksud tersembunyi dari balik pernyataan beliau?

Apa itu. Entahlah...

Saya mencoba mencari-cari lagi video tersebut. Saya coba cari barangkali ada video short atau reels potongannya. Tapi, belum ketemu. Biasanya "blunder" ungkapan dari lubuk hati paling dalam seperti ini banyak jadi bahan roasting di kanal² politik. 

Kok saya gak nemu, ya... 🤔


GOR Giri Krida Gresik,

5 Januari 2024

#1Day1Note 

#AnakMudaMelekPolitik

Mengapa Saya Memilih Prabowo?


• Mengapa Saya Memilih Prabowo? •

Zaman saya di Jakarta. Pernah setiap hari, saya dipaksa membaca 5 koran; IndoPos, Tempo, Media Indonesia, Kompas, dan Republika. Semua tulisan tentang politik harus saya baca dan cermati, ketika itu. Saya mulai doyan politik.

Sejak 2009, ketika Prabowo pertama kali masuk kertas Pemilu Capres-Cawapres. Pasangan Bu Mega. Saya tidak memilih Prabowo.

Tahun 2014.

Prabowo maju capres. Pasangan cawapres-nya Ketum PAN; Harta Radjasa. Juga besan presiden kala itu; Pak Beye. 

Lagi-lagi, saya bukan pendukung dan pemilih Prabowo. 


Tahun 2019

Beliau maju capres lagi.

Lawan capres yang sama di 2014. Jokowi.

Kali ini PJ berpasangan dengan tokoh NU senior; Kiai Ma'ruf Amin.

Saya lagi-lagi, tidak memilih Prabowo.

2024 Prabowo maju lagi keempat kalinya.

Kali ini gandeng anak presiden yang sedang menjabat; Gibran putra Jokowi.  

(Jadi, beliau Prabowo, sudah 2x pengalaman maju capres dengan "dukungan" presiden yang sedang menjabat). 

Pertama (2014); besannya presiden. 

Kedua (2024): anaknya presiden.

Kita lihat, apakah beliau berhasil--atau gagal lagi seperti 2014?

Hari ini, lewat peran aktif beliau sebagai Menteri Pertahanan (sesuai background yang militer), saya masih belum menemukan kesan yang membangkitkan untuk menjatuhkan pilihan pada sosok Jenderal Prabowo. 

GOR GIRI KRIDA Gresik, 

5 Januari 2024

#1Day1Note 

#MelekPolitik 

*Catatan ini menjawab pertanyaan sebagian orang; "Kok Ustadz bicara politik?"

Jangankan politik, bicara investasi dan saham saja saya bisa kok. 😘

Anda tidak harus ikut saya. 

Begitu pun guru-guru di lembaga saya, tidak harus sehaluan dengan politik saya.

Godaan Kiai di Tahun Politik



• Godaan Kiai di Tahun Politik • 

Godaan bagi kiai muncul lagi di tahun politik. Bukan soal disogok uang. Karena pasti akan ditolak. Tapi soal preferensi politiknya.

Ketika kiai mendukung calon A, beliau tentu berharap para santri dan alumninya juga ikut pilihan beliau. Namun, ternyata tidak semudah itu.

Santri (terlebih sudah alumni) ternyata punya preferensi politik sendiri. Bahkan, sudah gabung di partai-partai yang berbeda. Kiainya PKB, eh santrinya gabung PPP. Kiainya PPP, santrinya gabung PKB. Atau malah Golkar dan PDIP. 

Saat itulah kelapangan hati beliau sebagai pendidik diuji. Apakah akan merestui dan mendoakan untuk kebaikan santrinya yang berbeda-beda haluan, ataukah malah menggerutu.

Naudzubillah,

Jika sampai mengungkit-ungkit jasa-jasa yang pernah diberikan pada santrinya semasa mondok.

"Puluhan tahun tak ramut. Tak biayai mondok dan sekolahnya. Sekarang sudah jadi orang kok nggak mau nurut sama saya," ini contoh kalimat yang nauzubillah--dan berpotensi menghapus pahala-pahala yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun karena ngeramut sang santri.

Terlebih, jika kiainya nyalon. Santrinya tidak ada pergerakan mendukung.

Bolehkah mengklaim kebaikan-kebaikan dan jasa yang pernah dilakukan atas seseorang atau lembaga? Boleh-boleh saja, kalau memang faktanya seperti itu. 

Tapi, itu bisa menyakiti perasaannya. Bisa masuk riya. 

فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ

Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah).

PP Cahaya Quran, 5 Januari 2024

#1Day1Note 

#MelekPolitik

Wednesday, January 3, 2024

Capres Pilihan



• Siapa Preferensi Capres Jenengan •

Disela obrolan bersama Prof Waego beberapa waktu lalu di Malang, kami bertanya soal capres pilihan beliau.

"Mohon maaf, sebelumnya. Saya tidak bermaksud memengaruhi pilihan Jenengan."

"Coba perhatikan saja. Misalnya, ada seorang anak yang sejak kecil dirawat, dibesarkan, diberikan privilege dalam kekuasaan. Setelah besar, berkuasa, dan mampu, lantas melawan orangtuanya."

"Bagaimana menurut Jenengan?"

"Saya tidak menyebut nama lhooo... Tapi, coba analogikan saja dengan akhlak seorang anak terhadap orangtuanya." 

Seorang anak, jika orangtuanya durhaka? 

Apa boleh si anak membalas durhaka pada orangtua?

Menurut ajaran Islam kan gak boleh. Malah harus tetap berbakti--asalkan tidak disuruh maksiat atau melawan ketentuan Allah.

"Simpel saja saya mikirnya." 

Malang, 27 Desember 2023

#1Day1Note 

Sunday, December 31, 2023

Kiai Kudu Punya Prinsip, Termausk Pilihan Politik


• Kiai Kudu Duwe Prinsip • 

"Kiai kok pokok e milu?" 

Begitu kata Mbah Maimoen Zubeir dalam sebuah ceramah.

Angin e ngalor. Milu ngalor. 

Angin e ngidol. Milu ngidol.

Gak boleh kiai Seperti itu. Harus punya prinsip dan pandangan.

Pendapat, pandangan, dukungan atau fatwa, bisa BERBEDA. Bisa juga SAMA dengan Kiai lainnya. Tapi, yang jelas; keputusannya didasarkan atas Prinsip, argumen, dan sudut pandang yang dia yakini. 

Begitu pun dengan pilihan politik.

Kiai harus punya prinsip. Tidak boleh ikut-ikutan; pokok e milu sana. Milu sini.

Dalam bahasa fikihnya; harus punya ijtihad politik sendiri.

Nah, jika pilihan dan hasil ijtihad berbeda, harus saling menghormati. Podo alim e; podo ahlinya. Tidak boleh mencela dan menghina hasil ijtihad (pilihan).

Apalagi sampai main PECAT. 😇

Friday, December 22, 2023

Obrolan Pilpres di Gang Kampung


• Obrolan Soal Pilpres di Gang Kampung • 

Pagi ini saya hendak keluar. Nyari-nyari kopi ketan. Pas belok prapatan, keliatan Pak RT melambai. Memanggil saya untuk berhenti dan gabung.

"Ada apa Pak RT?"

"Ayo, sarapan disek, Tadz." Ajak beliau.

"Waaaah... tepak'an ini. Baaaru saja mau nyari sarapan ketan. Kok ada yang nawari makan," ujar saya semangat.

Melihat lauk pauknya yang berlimpah, makin nambah lapar.

"Ayo tadz. Didongani," pinta Pak RT.

Bismillahirrahmanirrahim...

Al Fatihah...

Kebetulan, menu sarapan pagi ini luar biasa. Favorit saya semuanya. Dadar, pindang, ikan asin, dan sayur urap. Ditambah nasinya peroh. Wah,,,, bikin doanya dipersingkat saja. 😍

Sambil makan-makan, obrolan berlanjut soal Debat Cawapres nanti malam. 

"Ini kalau Gibran nanti malam tampil bagus, maka pendukungnya makin yakin. Tapi, kalau tampil melempem pasti banyak pemilih yang bimbang akan langsung kabur ke calon lain." Salah satu warga memulai obrolan tingkat elit. 🤣

"Saya itu kuatir. Prabowo itu sudah tua. 70 tahun lebih. Jalan kaki aja sambil nyeret-nyeret. Kalau jadi Presiden gimana nanti?" Yang lain menimpali. 

"Prabowo kalau jadi presiden, paling umurnya gak panjang. Habis itu diganti Gibran. Lha, ini. Masak kita dipresideni Gibran? Gak bahaya ta?" Timpal yang lain.

"Yang paling pengalaman di pemerintahan itu ya duet Ganjar-Mahfudz. Yang kedua AMIN. Kalau yang paling minim pengalaman ya Prabowo Gibran," 

"Saya pilih Ganjar itu, ya karena ada Mahfud itu. Wong pinter lan bener iku. Kelas e presiden."

"Saya itu PKB. Tapi, tidak akan pilih AMIN."

Hanya ada satu pendukung Prabowo. Tapi, nampak begitu yakin;

"Wes toh. Cekelen omonganku. Seng menang pasti Prabowo. Pokok é Prabowo pasti menang." Ujar beliau mantabbb.

Saya perhatikan mayoritas warga sekitar saya pilihannya Ganjar-Mahfud. Ada juga yang Prabowo. Tapi, kok nggak ada yang pilih AMIN. 

Tapi,

Saya HAQQUL YAQIN, semuanya kalau sholat tetap baca Aaaamiiin... 🤣

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)