Friday, March 28, 2008

Dia Tidak Gila (2)

Rabu malam minggu lalu (19/3/08), saya pulang ke desa. Waktu itu dia tidak ada di kosan. Entah kemana perginya. Sebelum pulang, kunci kosan saya titipkan ke salah seorang teman, setelah sebelumnya berpesan kalau dia datang berikan saja. Sengaja saya berikan keleluasaan baginya untuk tinggal dan memanfaatkan fasilitas di dalam kosan saya. Ini saya maksudkan agar dia tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi teman-teman di kosan lain. Kebetulan saya tinggal sendirian di kosan.

Lewat sms dan telepon kawan-kawan di Jakarta, saya mendengar beberapa kejadian yang sebelumnya tidak pernah saya sangka separah itu. Gelagat baik yang ditunjukkannya saat bersamaku dan tinggal di kosanku, menjadi dasar penilaian bahwa dia ‘normal’.

Pertama, dia kembali ‘kambuh’ dengan mencuri HP di MTs Al Nahdlah (Sekolahan yang dikelola oleh Cak Ud). Setelah itu, terdengar kabar dia membawa motor salah seorang senior. Dan, yang parah; dia nabrak orang. Korbannya, tangannya patah. Cak Ud sebagai senior harus ‘bertanggung jawab’ menanggung biaya hingga kesembuhan korban. Anehnya, dia sendiri tidak mengalami cedera berarti selain lecet-lecet. Selain itu, dia juga mengambil HP seorang teman yang tinggal di Paramuda (rumahnya Cak Ud).

Dail, teman seangkatan waktu sekolah, merasa ikut terbebani dengan hal tersebut. Dail ikut ‘menemani’ dia di rumah sakit dan harus menerima cercaan dan berondongan pertanyaan dari keluarga korban.

Rencana Dail, dia akan mengantar yang bersangkutan pulang hari Senin kemarin. Sayangnya, hari Ahad orangnya sudah menghilang dari Jakarta. Menurut kabar yang terdengar, dia sudah berada di Jogjakarta. Entah apa saja yang dia lakukan di sana, kita tunggu saja kabar dari Jogja. 

Kembali dari desa dan sampai di kosan, saya terkejut mendapati kamar saya rapi. Semua baju kotor saya yang menumpuk seminggu telah bersih tercuci. Dan—setelah saya perhatikan—telah rapi seperti habis diseterika.

1 comment:

Share Software Gratisan said...

Itu namanya gk gilah lagi boss.....
Tapi Bener2 kongsleett.....
Yang sabar aja......
cobaaaann......grrrr

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com