Tuesday, April 15, 2008

Nostalgia dengan Donal Bebek

Masih jelas teringat dalam benak saya. Dulu, ketika masih MTs (setingkat SMP) saya kerap meminjam dari teman majalah serial komik Donal Bebek. Maklum, untuk beli yang begituan saya tidak ada budget. waktu itu saya sangat menikmati cerita-ceritan Donal yang seru dan lucu, juga menghibur.

Kini, 8 tahun lebih berlalu. saya sudah di Jakarta. Sekitar 2 minggu yang lalu saya jalan-jalan ke pasar Senen, Jakarta Pusat, tepatnya di sekitar Terminal Pasar Senen. saya mencoba melihat-lihat buku di beberapa kios yang menjual buku-buku bekas. di antaranya ada beberapa komik.

saat itulah saya bertemu dengan 'idola' saya semasa kecil. Donal Bebek. majalah bekas edisi Nostalgia Donal Bebek dijual dengan 5000-an. saya langsung memborong 12 eksemplar. 60-ribu rupiah. kebetulan sekali lagi ada duit. sebenarnya pengen beli lebih banyak, namun beberapa majalah yang lain sudah sobek.

majalah-majalah Donal Bebek itulah yang kini menjadi 'penghilang' kepenatan sekaligus penghibur di tengah-tengah aktifitas 'mencari duit'. majalah itu selalu ada dalam genggaman tiap kali berangkat kerja. saya membacanya di angkot. begitu pula waktu pulang kerja.

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com