Tuesday, December 30, 2008

Mendadak Nikah

Teman sekelas saya waktu di Aliyah, yang dulu akrab dipanggil Bassam, menikah tanggal 25 Desember kemarin. Sangat mendadak. Menurut penjelasannya kepadaku, sebenarnya dia berencana menikah bulan depan. Namun, orangtuanya tidak menyetujuinya, karena itu berarti adalah bulan Muharram. Dalam adat Jawa, adalah pantangan untuk menikah pada bulan tersebut. Bisa berakibat tidak baik, sengsara, atau mendatangkan marabahaya bagi keluarga.

Keluarga Bassam pun menganjurkan untuk menikah 6 bulan kemudian. Namun, giliran keluarga perempuan (dari Jakarta) yang tidak sepakat. Mereka sampai beradu argumen untuk menentukan hari yang tepat untuk pernikahan mereka. Bahkan, Bassam sempat diancam tidak dianggap sebagai anak andai nekad menikah bulan depan.

Setelah omong-omong dan rembukan lama, diputuskan lusa (perbincangan itu terjadi tanggal 23 Desember) mereka akan menikah. Yang berati masih masuk bulan Dzulhijjah. Bulan yang sangat baik untuk melangsungkan pernikahan dalam keyakinan orang Jawa. Karena itulah, pernikahan mereka pun sangat mendadak. Yang hadir ke Jakarta dari keluarga Bassam hanyalah 2 orang pamannya. Kedua orangtuanya yang sudah sepuh, hanya membantu doa dari desa.

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com