Monday, April 16, 2012

Heboh Bang Maman dari Kali Pasir; Inilah Ceritanya

Akhir-akhir ini, kita dihebohkan dengan salah satu kisah yang ada di buku LKS anak SD kelas II utk mata pelajaran "Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta". Seperti apa sich sebetulnya cerita Bang Maman yang bikin heboh itu.
Berikut ini adalah cerita lengkapnya. Cekidottt...

"Bang Maman dari Kali Pasir"

    Bang Maman adalah pedagang buah di Kali Pasir. Bang Maman mempunyai anak perempuan bernama Ijah dan berkata ingin menjodohkannya dengan Salim anak Pak Darip orang kaya di Kali Pasir. Tak lama setelah Salim dan Ijah menikah, Pak Darip meninggal dunia. Pak Darip meninggalkan harta warisan berupa kebun yang sangat luas kepada Salim.

    Salim tidak bisa mengurus kebun peninggalan ayahnya, dan minta Kusen mengurusnya. Istri Kusen mempunyai rencana jahat, dia meminta suaminya menjual kebun Salim. Setelah kebun dijual mereka melarikan diri. Salim menjadi miskin, harta warisan ayahnya sudah habis. Akhirnya Salim berjualan buah di pasar.
    Bang Maman mengetahui Salim telah jatuh miskin. Bang Maman ingin Ijah bercerai dengan Salim, karena Salim telah jatuh miskin. Ijah tidak mau, biar miskin Ijah tetap setia kepada Salim.

    Akhirnya Bang Maman meminta bantuan kepada Patme supaya berpura-pura menjadi istri simpanan Salim. Patme setuju atas permintaan Bang Maman. Kemudian Patme datang ke rumah Salim dan berbicara dengan Ijah. Patme mengaku sebagai istri Salim. Patme dan Ijah bertengkar. Ijah merasa kecewa dan marah kepada Salim.

    Kemudian Salim memberikan penjelasan kepada Ijah, namun Ijah tidak percaya. Akhirnya Salim pergi meninggalkan Ijah.

    Suatu hari Ijah berkenalan dengan Ujang. Ujang Adalah seorang perampok yang sudah lama dicari polisi. Dengan menyamar seperti orang kaya Ujang datang melamar Ijah. Lamaran Ujang diterima dan akhirnya Ujang dan Ijah menikah.

    Pada saat pernikahan berlangsung datanglah polisi menangkap Ujang dan gentong. Mereka sudah lama dicari polisi karena sebagai perampok. Namun Ijah tidak tahu kalau mereka sebagai perampok. Mereka akhirnya dibawa ke kantor polisi dan Bang Maman sebagai saksi.

    Polisi minta agar semuanya tenang. Dijelaskan oleh polisi bahwa yang ditangkap itu adalah buronan. Mereka ditangkap karena sering berbuat jahat. Mereka suka merampok dan menipu. Akhirnya pesta perkawinan berangsur-angsur bubar.***

Setelah cerita tersebut, diungkapkan beberapa hal yang bisa menjadi pelajaran dalam cerita itu.

    1. Nama-nama pelaku dalam cerita Bang Maman dari Kali Pasir ialah Maman, Ijah, Salim, Darip, Kusen, Patme, Ujang dan Gentong.
    2. Pengalaman yang dapat diambil dari cerita Bang Maman adalah:
    a. Sikap memanjakan anak mengakibatkan ia tidak bisa mandiri.
    b. Orang yang bodoh mudah ditipu oleh orang lain.
    c. Berbohong merugikan diri sendiri.
    d. Orang jahat biar bersembunyi suatu saat akan ketahuan, dan akan mendapat hukuman.

    Nilai luhur dalam cerita Bang Maman dari Kali Pasir adalah:
    a. Manusia tidak boleh serakah
    b. Menipu, mencuri dan merampok adalah perbuatan dosa
    c. Jangan terpengaruh oleh bujukan setan
    d. Kita harus mengasihi sesama
    e. Jika berbuat baik kita akan selamat dunia akherat
    f. Bersyukurlah atas semua nikmat yang diberikan Allah padamu.

2 comments:

ryu_stik said...

Kasihan sekali anak SD/MI membaca cerita seperti ini, tidak mendidik.
seharusnya cerita yang mencontohkan keteladanan dan ada hikmahnya.
Editornya gimana ini?, bisa langsung diterbitkan.
(kalaupun ada cerita antagonis, tapi harus disensor terlebih dahulu, dicarikan kata yang pas untuk anak SD/MI yang masih lugu dan kritis ini. jangan kaya sinetron..(Maaf jadi koment disini..)

MS Kholid said...

Saya sendiri gak menyangka, bagaimana mungkin cerita seperti itu bisa masuk ke materi anak2 kelas 2 SD. Ingat SD lho...

Dari bahasa dan materi ceritanya saja sudah berat, apalagi ada sisi-sisi negatif yang seharusnya sangat tidak layak dikonsumsi bagi anak2 kecil.

Ya, editornya gimana itu? Kerja gak?

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com