Monday, February 25, 2013

Ayo Rebut Beasiswa Master dari Bank Dunia!

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia kembali membuka peluang beasiswa bagi kandidat dari negara-negara berkembang yang bekerjasama dengannya, termasuk Indonesia. Program bernama Joint Japan/World Bank Graduate Scholarship ini menawarkan beasiswa untuk meraih gelar master di berbagai bidang studi.

Beberapa bidang studi yang bisa menjadi pilihan bagi para pelamar beasiswa adalah ekonomi, kesehatan, pendidikan, pertanian, lingkungan hidup dan pengembangan sumber daya alam. Untuk universitas yang dituju, pihak penyelenggara memberikan daftar universitas bergengsi yang bisa dipilih oleh para kandidat saat akan mendaftar, John F. Kennedy School of Government misalnya. Selain itu, sebagian besar universitas berada di Jepang dengan program kuliah berbahasa Inggris.


Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh pelamar adalah telah mendapat gelar sarjana, tidak berusia lebih dari 40 tahun, memiliki pengalaman kerja empat sampai lima tahun, tidak bekerja di Bank Dunia dan merupakan warga negara dari negara yang bekerjasama dengan Bank Dunia.

Keuntungan yang diperoleh jika memperoleh beasiswa ini adalah biaya pendidikan dan biaya hidup ditanggung penuh oleh pihak penyelenggara. Kemudian penerima beasiswa juga berhak atas tiket pesawat pulang-pergi dan asuransi kesehatan. Pembiayaan ini juga terbatas selama dua tahun masa perkuliahan.

Untuk informasi lebih lengkap terkait pendaftaran dan daftar universitas yang dapat dipilih pada periode akademis 2013/2014, yang berminat dapat langsung mengunjungi laman resmi penawaran beasiswa ini.

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com