Saturday, May 27, 2017

Kenapa Santri Sekarang Sedikit yang Jadi?

Kenapa Santri Sekarang Sedikit yang Jadi?

Dulu,
Seorang yang hendak nyantri akan diuji berat oleh kiainya
Dan ujiannya macam-macam, sak karep sang kiai
Ada yang butuh bertahun-tahun melaratnya
Ada pula yang cuma setahun dua tahun

Rata-rata,
Santri dulu menjadi hebat, karena di pondoknya dia melarat

Lha, kalau santri sekarang yang melarat itu bukan santrinya
Tapi wali muridnya

Bayangkan,
Pas pendaftaran saja sang wali murid sudah disodori
- Biaya pendaftaran
- Uang makan bulanan
- Uang gedung
- Uang Asrama
- Uang Kitab dan buku
- Biaya kesehatan dan sewa almari
Yang melarat orangtuanya, si calon santri mah nunggu aja di luar kantor pondok sambil mainan handphone (yang sebentar lagi akan berpisah darinya).

Saat santri nakal,
Wali murid dipanggil
Santri nakal lagi,
Wali murid lagi yang dipanggil
Melarat lagi kan?

Yang nakal siapa,
Yang dipanggil dan dinasihati siapa?
Wali murid lagi yang melarat.

Anaknya?
Cengengesan wae...

Lha, gimana kelak jadi santri yang berkualitas kalau senengnya bikin melarat orangtua
Hati-hati, ini bisa jadi termasuk uququl walidain
Meskipun bentuknya tidak membentak atau memukul,
Tapi, kelakukan si santri jelas membuat orangtuanya bersedih
Membuat mereka susah dan nelangsa

Santri dulu lulusnya beda-beda
Ada yang butuh 10 tahun baru dinyatakan lulus
Ada yang butuh 3, 5, 7 tahun baru lulus
Ada pula yang baru hitungan bulan lulus
Saat lulus itu, kemampuan santri sudah standar

Kalau santri sekarang,
Mondok 3 tahun dapat ijazah ya lulus semua
Boyong pulang semua
Padahal kemampuannya belum standard
Belum minimal antara satu dengan lainnya

Habis itu, pergi ke kota
Lantas dengan bangga bilang kesana kemari sudah lulus nyantri
Sudah hebat setelah nyantri ke kiai

Padahal, ngajinya;
Fikih baru mabadi'
Aqidahnya baru aqidatul awwam
Haditsnya baru arbain
Tafsirnya baru Jalalain
Nahwunya baru imrithy
Itu pun enggak tau khatam semua apa tidak
Itu pun enggak tau selalu melek atau banyak tidurnya

Babat,
27 Mei 2017
1 Ramadhan 1438 H


No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com