Friday, January 27, 2017

Biar Semua Dapat Pahala

Biar Semua Dapat Pahala

Salah satu ibadah mudah itu I'tikaf di masjid
Cukup berdiam diri saja dalam masjid, sudah dihitung dapat pahala
Tak harus baca Qur'an atau shalat sunnah
Sudah dapat pahalanya itikaf

Namun, tak semua orang yang masuk masjid ingat meniatkan itikaf
Kerap kali kita masuk masjid, asal masuk saja
Habis shalat jamaah dan baca wirid lantas keluar begitu saja
Tanpa meniatkan itikaf

Nah,
Melihat kondisi umatnya yang suka lupa begitu,
Ternyata para pendahulu kita bikin inovasi hebat
Tujuannya supaya jamaah tidak lupa meniatkan itikaf

Lewat cara apa?
Dengan cara menuliskan kalimat niat itikaf berbahasa Arab
Di atas pintu masuk masjid
نويت الاعتكاف في هذا المسجد سنة لله تعالى
Di beberapa masjid, dituliskan terjemahan dalam bahasa setempat.

Dengan cara ini, setiap orang yang masuk ke masjid diharapkan membaca doa niat ini. Otomatis dia telah berniat itikaf.
Akibatnya, semua orang--baik awam maupun yang hafal ratusan hadits, semuanya berniat ibadah itikaf.

Hebat sekali.

Inovasi seperti ini, bisa jadi belum pernah dianjurkan lewat hadits Nabi saw
Bisa jadi belum pernah dilakukan oleh para sahabat dan tabiin
Namun, ternyata dilakukan oleh para ulama pendahulu kita
Supaya, tanpa terasa, kita "dipaksa" mendapat pahala

Begitulah, ulama pendahulu kita selalu mikir bagaimana caranya agar umat banyak ibadahnya tanpa harus dipaksa

Kalau saya tidak salah ingat,
Tulisan doa itikaf itu juga saya temukan di salah satu pintu masuk Masjid Nabawi

Dewan Masjid Ind

Babat, 27 Januari 2017
@mskholid

Worker at WJL Konveksi



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com